Catatanku Untuk MU

Tuhan,
Engkau mengenalku,
Engkau mengenalku lebih,
Lebih dari yang aku kenal.

Engkau mengetahuiku,
Engkau mengetahui semua tentangku.
Tidak ada yang tersembunyi sedikitpun.
Tidak ada yang tidak terlihat.

Engkau tahu semuanya,
Ya, Semuanya.
Semua yang tidak aku ketahui tentangku.
Semuanya Engkau ketahui.

Hari ini aku ingin menulis catatan kecil untuk-MU,
Catatan yang telah Engkau ketahui,
Tapi tetap ingin kutulis dan kukirimkan untuk-MU.
Agar Engkau mengingat akan aku yang ada disini.

Engkau tahu seperti apa aku,
Aku adalah aku dan aku tetap aku.
Aku tidak akan menjadi yang lain,
Aku cukuplah menjadi aku.

Sesuatu yang harusnya kumiliki belum dapat kutemukan,
Entah mungkin sudah mati atau memang tidak ada.
Hanya Engkau yang tahu,
Ya, hanya Engkau yang mengetahuinya.

Saat ini aku ingin mengatakan sesuatu Tuhan,
Biarlah hal itu jangan pernah terjadi,
Bilamana itu memang tak harus terjadi.
Karena Engkau mengenalku dan seperti apa aku.

Aku tidak pantas untuk apa yang aku inginkan,
Biarkan apa yang aku inginkan mendapatkan yang pantas untuknya.
Engkau tahu, mimpiku terlalu tinggi.
Saat ini aku ingin melepaskan semuanya. Ya, semuanya.

Aku ingin agar mimpiku memilih mimpinya.
Aku ingin agar mimpiku mendapatkan mimpinya yang paling berarti.
Aku ingin agar mimpiku bahagia dengan mimpinya,
Aku ingin agar mimpiku bisa mendapatkan yang terbaik untuknya.

Aku tidak ingin mengecewakan siapa-siapa, Tuhan.
Cukuplah aku sendiri yang kecewa dengan diriku.
Biarlah kekecewaanku ini menjadi hukuman untuknya.
Untuk diriku yang memang pantas untuk mendapatkannya.

Biarlah semua itu terjadi,
Biarkan semua itu terjadi.
Hari ini dan selamanya biarlah itu tetap terjadi.
Agar Engkau tahu Tuhan.
Bahwa aku juga telah membenci diriku sendiri.

Aku telah membencinya.
Ya, aku membencinya.

Engkau mungkin telah lelah dengan sigkap ini.
Begitu juga denganku Tuhan.
Aku juga telah lelah dengannya,
Aku juga telah bosan dengannya.

Aku ingin membakarnya dipanasnya neraka-MU TUHAN.
Ingin menyiksanya dan menyakitinya.
Agar ia tahu bahwa itu yang pantas ia dapatkan,
Ya, itu yang pantas diri ini mendapatkannya.

Saat ini aku telah lelah TUHAN.
Aku telah lelah dengan semuanya.
Aku tidak tahu harus memulainya dari mana.
Aku hanya cukup menjalaninya.

Cukupkanlah aku TUHAN,
Bila memang semuanya telah tercukupi.
Selesaikanlah semuanya,
Bila memang semuanya telah selesai.

Catatanku untuk-MU.